Urban Legend ''CLAPS''
CLAPS
Tidak
diketahui berasal darimana urban legend ini, namun cerita ini dapat membuat
bulu kuduk yang membacanya ataupun yang pernah mendengarnya meremang. Cerita
ini merupakan urban legend yang sudah meluas dan dapat dikategorikan dalam
urban legend top dunia.
Cerita
bermula saat sepasang suami istri sedang dalam perjalanan mendaki gunung,
menyadari hari sudah malam mereka memutuskan untuk berhenti sejenak dan juga
mereka sudah masuk terlalu dalam ke hutan hingga mereka tersesat. Saat itu juga
mereka melihat
sebuah rumah tua, mereka memutuskan untuk memasukki rumah itu.
Sepertinya
rumah itu sudah lama tidak berpenghuni, anehnya perabotan di rumah itu masih
lengkap hanya saja sudah sedikit usang dan berdebu. Aneh sekali, pikir sepasang
suami istri tersebut. Jika pemilik rumahnya memutuskan untuk pindah kenapa
mereka tidak
membawa perabotannya juga dan malah membiarkannya terbengkalai
seperti ini?
Suasana rumah
yang gelap itu memaksa pasangan tersebut untuk menyalakan senter.
Mereka
membulatkan matanya saat melihat terdapat tulisan yang berwarna merah pada
dinding rumah tua itu.
‘’MATI! MATI!
MATI!’”
Mereka
sebenernya merasa ketakutan, namun tidak ada jalan lain selain tetap menunggu
di rumah ini hingga menjelang esok pagi, karena akan sangat berbahaya jika
mereka tidur di luar mengingat sangat banyak binatang buas di hutan ini.
Mereka
menemukan sebuah kamar dan mencoba untuk memejamkan mata tidur di kasur yang
terdapat di kamar itu. Namun, istrinya mendengar seperti ada suara dari luar
rumah tersebut, suara orang berjalan di luar rumah itu.
“Siapa itu?’’
sang Suami membuka jendela kamar dan berteriak, namun tidak ada jawaban sama
sekali.
Akan tetapi
suara itu masih ada, suaranya seperti seseorang yang berjalan mengelilingi
rumah tersebut. Pasangan itu sangat yakin.
”Siapa itu?”
Namun masih sama seperti sebelumnya, tidak ada jawaban sama sekali.
“Mungkin ia
tidak bisa bicara.” Bisik sang istri.
‘’Adakah
orang disitu?’” sang suami mendapat ide, ‘’jika iya maka tepuk tanganmu satu
kali, jika tidak tepuk tanganmu dua kali.”
Tiba-tiba
mereka mendengar suara tepukan ‘’Claps!”
Si Suami
menolehkan kepalanya pada istrinya, ‘’Benar, ada orang di sana.’’ Lalu sang
Suami bertanya lagi, ‘’Apa kau pemilik rumah ini?”
“Claps!
Claps!” Tepukan dua kali, berarti ia bukan pemilik rumah ini.
Lalu si suami
bertanya lagi, “Apa kau laki-laki?’’
‘’CLAPS!
CLAPS!’’
Berarti
bukan.
“Apa kau
perempuan?’’
“CLAPS!
CLAPS!’’
Mereka
kebingungan.
“A..pa kau
manusia?”
“CLAPS!
CLAPS!’’
Pasangan
tersebut merasa sangat takut, sambil menelan ludah sang suami kembali bertanya,
“Apa kau sendirian?”
“CLAPS!
CLAPS!’’
“Ada berapa
jumlah kalian?’’ sang Suami berseru ketakutan, ‘’Satu kali tepukan untuk satu
orang..’’
Kemudian
hutan itu di penuhi dengan banyaknya suara tepuk tangan.
“ CLAPS CLAPS
CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS
CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS
CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS CLAPS
CLAPS CLAPS.’’
#Adinda Arisfianti
Komentar
Posting Komentar